Category: Iseng

Postingan ngasal: Life Happens

Postingan ngasal ini.
setelah membersihkan sarang-sarang laba-laba, akhirnya nemu tempat buat nulis. oh well, I have spend money to buy this domain, but never use it properly. Maafkan aku ya blogku :*
karena ngasal jadinya aku gak pake mikir deh nulis ini posting (kayak biasanya mikir aja). kali ini pengen banget nulis tentang “Life Happens” dan “Shit Happens”. Yup hidup terus berjalan searah dengan jarum jam dan tak pernah berhenti sedikitpun. Mungkin ada yang melewati beberapa tahun terakhir berkata “Shit Happens” banyak cobaan yang menimpa dia. ada juga yang “yes, Life happens” saat hidupnya terasa naik ke angkasa. (ciee bahasanya).

sebenernya sih aku gak mau ngomong hal itu, (namanya juga ngasal) tapi mau menceritakan tentang kehidupan disekitarku yang terus berputar. suatu hari aku iseng ngobrak-abrik facebook di antara teman-teman jaman SMP, yak agak mundur jauh kebelakang, Wondering, what are they to be. dan ternyata saya sempet tersenyum saat melihat banyak temen2 waktu SMP berubah, ada yang dulunya cupu banget, sekarang jadi Idola cewek-cewek. ada yang dulunya sogongnya minta ampun sekarang jadi alim. ada yang dulunya alim banget, sekarang jadi moderator forum BB17+ (yg ini ngasal).
Dan…. ada juga yang masih sama, sebagian hal dari mereka.

Salah satu hal lucu yang aku temui adalah salah satu temen sekelasku dulu, Kita pernah suka dengan cewek yang sama. sebut saja Fara Quinn (it makes sense that two man (or more) will falin’ her). dan sebenarnya awal aku suka dengan Fara Quinn ini juga gara temenku ini , sebut saja Olga (just in case, OK). saat itu kami ada tugas di perpustakaan dan si Olga ngomong ke aku, “liat tuh, cakep ya” dan kami bengong sampe dia berlalu.

Dan mungkin Dewi fortuna lagi iseng, pas kelas 2, Kami sekelas dengan cewek itu, Fara Quinn. Tapi Shit happens, tidak ada satupun dari kami yang berani mengungkapkan isi hati padanya. sampai suatu hari ada cewek yang suka sama saya, dan dia adalah teman Fara Quinn ini, tanpa membahas siapa cewek ini, akhirnya justru aku jadi deket dengan Fara Quinn. Lucky Me, setelah semester akhir kelas 3, saya jadian dengan Fara Quinn. Kabar si Olga baik-baik saja, mungkin dalam hatinya berkata “kalau gue berusaha mungkin bisa dapet”. mungkin.

And well, hubunganku dengan si Fara Quinn berakhir di akhir kelulusan, and don’t ask the reason, OK. Setelah itu Kami sudah berada di jalan berbeda. Aku ke selatan, Fara Quinn ke Barat dan si Olga ke Utara. berbeda.

Aku sempat jadian lagi dengan Fara Quinn waktu SMA kelas dua, dan putus 6 bulan kemudian (again, don’t ask why). dan setelah beberapa hari putus itu aku ketemu dengan si Olga di sebuah warung bakso, dia dengan seorang cewek, dan aku berpikir, wah, dia sudah Move on, sementara aku masih stuck dengan Fara Quinn. dan aku pun berkata “Oh That’s life Happens” everybody move up.

Sekarang, Kira-kira 3 tahun setelah kelas 2 SMA atau terakhir kali aku bertemu dengan Olga, Aku sudah benar-benar lost contact dengan Fara Quinn, dan si Olga tentunya. nah, setelah obrak-abrik Facebook itu aku menemukan akun si Olga ini, sebenarnya sering lihat di “friend Suggestion” tapi jarang kupedulikan. Dan ternyata si Olga belom berubah, masih mencari/menginginkan wanita yang sama, yaitu Fara Quinn, aku coba lihat friendlist-nya lalu aku coba filter dengan nama “Fara Quinn” (tentu saja ini cuman ilustrasi). dan aku menemukan 3 nama “Fara Quinn” di daftar temannya, tapi sayangnya itu “Fara Quinn” yang lain, bukan “Fara Quinn” yang dulu sama-sama kami sukai. Sepertinya dia terus berusaha mencari “Fara Quinn” yang dia sukai dari dulu. seperti aku yang terus berusaha meng-Add “Fara Quinn” yang asli, yang sama-sama aku dan Olga cari. tapi aku di-ignore terus. ahahaha kasian banget gue. hmm mungkin ini juga terjadi pada Olga.

Dan begitulah, Life Happens, ada yang berubah, ada yang masih mengejar orang yang sama, dan aku tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi 5 Tahun kemudian. mungkin saja si Olga berhasil menikah dengan Fara Quinn, dan sementara saya masih Berusaha nge-Add FBnya. mungkin.

Biarkanlah waktu menjawabnya.. let’s see it later hehehe
ngaco bangetkan postingannya? See ya.
komen dong kalo abis baca. OK?

Satpam tampar perwira TNI dan POLRI

Tentara dan Polisi berkelahi tapi kalah oleh satpam
14 juli 2010, 15.00

Kejadian terjadi di depan mall yogyakarta, jono, brimob berpangkat sersan, dan molana, anggota polri berpangkat mayor, terlibat dalam keributan.

Keduanya berpakaian dinas lengkap, mereka adu mulut. Keadaan mulai memanas sehingga masing2 mencabut senjata.

Sebelum sempat terjadi tembak menembak, satpam dr mall keluar dan dengan berani mengambil tindakan, demi menyelamatkan pengunjung mall dari peluru nyasar.

Satpam kemudian terus berusaha melerai kedua oknum TNI dan Polri tersebut, tetapi mereka tetap memanas, akhirnya satpam itu tidak bisa menahan emosi dan menampar kedua oktun TNI Polri itu.

Setelah tindakan satpam tersebut, kedua perwirabyg sedang berkelahi itu, menyimpan senjatanya.

Wartawan yg kebetulan sedang lewat disitu, begitu kagum akan kebranian satpam itu, dan langsung mewawancarai satpam itu. Wartawan menanyakan keberanian satpam yg berani menampar anggota TNI dan Polri yg boleh dibilang berpangkat.

Dengan santai satpam itu menjawab, ” mereka berdua anak saya, dari kecil…kl gak ditampar, mereka ngak berhenti berantem…..”

wkwkwk ketipu ye? :P

Halah!

halah untuk kesekian kalinya gw install ulang wordpress ini, jadinya postingan ilang semua deh. :(

hah?

hatiku lumpuh

luluh dan melepuh

terpanggang di atas pawon

ah andai saja bukan karena kamu

sudah ku cincang, ku tusuk, dibakar seperti sate

asal tahu saja, hatiku memang rasanya gurih,

tapi isinya pedih

Banjir!

jalanan biasa saya lewat banjir. tak ada nilai puitis di sini. hanya lucu saja melihat kucing berjalan berjinjit–pelan-pelan, takut– menghindari genangan air dan juga air yang jatuh dari langit. Cara kucing itu berjalan seperti saya setelah melihat kamu yang berjalan pelan-pelan digandeng dia melewati genangan air  di depan saya.

dinamis-imaji

seseorang yang DINAMIS kah saya?

saya yang saking dinamisnya menyusun ulang rencana-rencana yang sudah matang, dari nol kembali, bahkan. terkadang menjatuhkan diri dalam jurang keambiguan yang suram.

jika apakah saya [pernah merasa] STATIS. mungkin jawabannya IYA, kalau saya statis dalam berimajinasi. berimajinasi tanpa batas kapasitas otak. Bagi saya sangat sulit mempertahankan memori [ingatan] dari pada imajinasi. seperti: lebih mudah [bagi saya] menyusun ulang rencana-rencana kembali [dalam imajinasi] ketimbang mengingat-ingat rencana yang matang [yang entah keberadaanya dalam otak]

Pun bagi saya berimajinasi lebih dari sekedar berbicara, bermimpi, makan, tidur bahkan bercinta. berimajinasi membantu saya berlari –lepas dari stagnansi yang rumit– menuju apa yang saya sebut DUNIA DINAMIS dalam IMAJI TANPA BATAS.

ah

Setelah lulus SD, saya dengan bangga menunjuk-nunjukan nama SMP saya. walaupun sebenarnya saya bisa saja masuk SMP yang lebih baik, tapi setidaknya tak semua temanku (yang waktu pendaftaran sok yakin masuk, dan saya pesimis,) masuk ke SMP itu. Dan SMP yang saya masuki ini –jelas– Favorit.

Sering saya bertanya pada teman-teman SD itu ‘kamu masuk mana?” dengan nada retoris, seolah-olah saya tak perlu tahu jawaban mereka.

itu sifat jelek saya: Show off! dan selanjutnya sifat jelek saya yang lain mengikuti.

Setelah beberapa minggu-bulan-tahun berlalu. saya seperti melupakan masa-masa SD, setiap kali bertemu kawan SD, saya hanya menjadi pendengar cerita (tak} setia. sehingga saat mereka bertanya tentang yang lain “eh, tau kabar si B gak? si A kemarin tawuran lho!” saya hanya mengangkat bahu, tanda tak tahu (atau tak mau tahu?)

entahlah sifat jelek apa itu namanya, jika saya bilang itu adalah sifat self centered, tak peduli dengan orang lain (yang jauh dari saya).

Saat lulus SMP hal yang sama terulang lagi. blue print sifat jelek itu tercetak lagi, tergambar dengan jelas, apalagi SMA yang saya masuki adalah SMA paling baik di Kota saya. Dikarenakan Sifat jelek (self centered) saya, di SMP saya kurang punya teman (paling-paling hanya teman sekelas, itu pun ter-cover hanya sekitar bangku saya)

saat awal SMA, tiap berangkat ke sekolah, saya pura-pura tidak kenal dengan teman SMP (yang memang kita dulu kami tidak satu kelas), Tapi toh seharusnya saya menyapa).

Belum genap satu tahun, teman SMP saya meminta ada acara reuni dan saya selalu malas untuk mengikuti itu karena saya selalu merasa “Toh, tidak ada yang ingat dengan saya!”

Lulus SMA?!

saya tak punya apa-apa untuk dibanggakan (atau disombongkan?) karena itu saya selalu mengikuti tiap acara pertemuan yang diadakan teman SMA ( sekelas. tentu di lain kelas tak ada yang mengenal saya). saya ikut acara temu itu berharap……………..agar teman-teman (yang hanya) sekelas itu tidak melupakan saya, agar suatu saat kelak bisa membantu saya (yang tak punya apa-apa ini). LICIK kah SAYA?!

namun, hari ini saya bertemu dengan teman-teman itu, mereka tampak jauh di atas saya. seperti biasa, saya hanya menjadi pendengar cerita tentang si A sampai Z. dari satu sampai sejuta. hingga saya tak mampu menangkap apa yang mereka bicarakan. diikuti rasa tak mau tahu saya, saya mencetak blue print lama itu dan berencana takkan bertemu mereka lagi.

karena saya malu tak punya apa-apa. saya malu kalau hanya menjadi benalu.

ah jadi merancu…

mungkin ini adalah konsekuensi dari keputusan yang saya ambil, keputusan untuk berhenti bermimpi.

film yang sedang saya tunggu!!!

hahah udah lama ga ke bioskop, gara2 bokek, akhirnya saya memutuskan untuk melihat film

walopun masih tayang 5 maret 2009, tapi ngumpulin duit tetep mulai sekarang


yuk bareng2 nontonnya!! recommended nih!!!

mantan

Setelah berkali-kali mendengar nada tulalit akhirnya nada sambung berbunyi. Sejak kemarin aku mencoba menghubungi pacar pertamaku. Aku mencoba menghubungi kamu. hanya sekedar ingin mengucap sepatah kata. pun mendengar suara yang sudah satu tahun tak kudengar darimu.

“halo?”

“halo….halo”

“ya halo… apa kabar?” Jaringan yang jelek membuat suaramu tak seindah aslinya.

“halo…halo.. sori ga kedengeran…”

“halo halo.. denger?”

“ya ya denger..” katamu dengan merendahkan nada suara.

“masih ingat aku?” tanyaku basa-basi.

“Ingat, aku kira kamu dah lupa sama aku.”

“gak bakal deh~~”

“apa? ga denger…” suaramu kabur. dasar jaringan sialan!

samar-samar kudengar diseberang.

“siapa sih? hayo pacarmu itu yaaa?” suara seorang cewek. mungkin temanmu, pikirku.

“bukan. ini mantanku tau!”

kata “mantan”. hmm aku tak pernah suka dengan kata itu. padahal sebelum kita putus aku sudah bilang kalau kita jadi sahabat. jadi mengapa kamu tak menggunakan kata Sahabat sebagai kata ganti aku? setidaknya kata “teman”.

“haloo.. kok diem?” tanyamu membuyarkan lamunanku. “ada apa telpon?”

“mmm selamat ya?”

“buat?”

“for you with him”

sebelum kamu sempat berkata, telpon kututup.

dan aku kembali mendengarkan lagu dari Lyla- Mantan Kekasih

Aku terpaksa menangis
aku terpaksa merintih
cahayaku semakin redup
memilukan…

Reff:[*]
kau masih bisa ku lihat..
suaramu masih ku dengar..
namun kenyataan ini, mengharukan…
seseorang disana telah memilikimu
aku kan berdosa bila merindukanmu

Reff:[**]
oh mantan kekasihku…
jangan kau lupakan aku…
bila suatu saat nanti kau merindukanku…,
datang…(cepat) datang padaku

Reff:[*]
Reff:[**]