dilatasi waktu

Masa sekolah ketika masih ramai PS 1, banyak yang main gim bola Winning Eleven. Pastinya pemain bola asal Brazil jadi idola, seperti Ronaldo, Roberto Carlos ataupun Ronaldinho. Nama pemain-pemain itu menemani masa sekolah cukup panjang dari SD hingga SMA, hingga PS 2, hingga Piala Dunia berikutnya, dan skandal yang menyertai pemain-pemain tersebut.

Di penghujung masa SMA, mulai terkenal pula pemain bola bernama Ronaldo lainnya dari Portugal dan pemain dengan postur pendek bernama Messi. Kedua pemain mulai menggantikan ketenaran era pemain sebelumnya. Kemudian silih berganti pemain yang jadi idola di gim PES (versi PC dari Winning Eleven) misalnya Neymar yang lagi-lagi dari Brazil, atau Paul Pogba. Lalu era berlalu begitu saja, tiba-tiba saja ada nama lain seperti Halland, Mbappé bahkan pemain muda Lamine Yamal.

Sebelum piala dunia 2026 kemarin, aku sempat iseng googling, kok Neymar atau Pogba nggak kelihatan di game PES di klub-klub eropa—kebetulan sebenarnya aku nggak ngikutin bola. Ternyata mereka sudah tidak prime lagi jadi main di liga kelas dua. Lantas pertanyaan berikutnya, kok mereka udah gak prime lagi? Kok cepet banget?

Eh, ya memang sejatinya, pemain yang usianya udah melewati 30 tahun pasti sudah menurun performanya. Rentang waktu antara prime Ronaldo Brazil dkk juga sama 7-10 tahunan. Yang membedakan ternyata adalah sudut pandangku sendiri. Ronaldo dkk hadir ketika waktu tampak berjalan lambat di masa aku masih sekolah. Sementara Neymar hadir di saat aku sudah kuliah dan bekerja di mana waktu berjalan dengan cepat, sungguh bajingan.

Sebenarnya, yang menjadikan sudut pandang ini agak kacau juga karena ada dua pemain bola anomali, Cristiano Ronaldo dan Messi yang meskipun usianya 40 tahun tapi masih bermain di Piala Dunia 2026. Padahal dulu di Piala Dunia tahun berapa ya, di mana permain Itali senior saat itu Del Piero berusia 32 tahun udah keliatan tua banget—tentu saja ditambah sudut pandangku masih anak sekolahan.

Ngomongin soal usia, pemain muda Lamine Yamal baru berusia 19 tahun tapi sudah memenangkan Piala Dunia. Mengagetkan? memang tapi ada yang lebih membuatku terhenyak adalah fakta kalau Bapaknya Yamal kelahiran 1992 alias dua tahun lebih muda dariku.

Sialan.

Sementara aku masih gini-gini aja dan masih berdua bersama waktu berjalan terlalu cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *