sayang kamu masih di TK

Pernahkah kalian mencintai seseorang yang pastinya hanyalah sebatas suka dan rasa-rasanya tak mungkin jadi pendamping hidupnya? tentu saja pernah kan? termasuk saya, yang sedang menikmatinya.

Dia bermain ayunan bersama teman-teman sebayanya, sambil berlari kesana kemari. Pingin saya peluk dia, tapi mungkin sangat tidak etis di tempat umum seperti ini. Jadi, saya hanya duduk-duduk saja, sambil memandangnya dari jauh. Berbataskan sebuah pagar. yang memisahkan kami sangat jauh.

setelah bosan dengan ayunan, dia mengambil sepedanya, mau pulang. Tentu saja dengan gayanya yang sok manis bersepeda, membuat saya ingin mencubiti pipinya. Hei, mungkin kata orang ini semacam cinta klise, atau sesaat. Tapi, bagi saya tidak. Cinta ini tidak berlebihan,  hanya saja ada sebuah rasa ingin melindunginya.

“Om, beli pentolnya selibu, ndak pake caos ato cambel, jangan pedes ya Om!” Dia tiba-tiba membuyarkan lamunan saya, menyodorkan uang seribuan dengan masih ada di atas sepeda.


ya cinta saya memang berbeda, Seperti lagunya The Panas Dalam,

“Sayang engkau masih di TK
Sedang aku S2
Sudut pandang kita berbeda
Usia kita jelas tak sama

Cinta kandas karena usia”

mungkin tidak sama persis, dia masih di TK,  sementara saya hanya penjual pentol sederhana.  hahaha. dan biarlah cinta saya tetap tumbuh di dalam hati hingga dia dewasa, memesona.  Dan saya semakin tua, bangka.

tapi cinta saya tetap muda :)

 

======

05.10.2011 kamar bau.

foto: model keponakan :p

terinspirasi dari lagunya The Panas Dalam – Pedofilia :hammer:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *