Sayonara memories

989272da517ba3f2be3251fd1e2c7901[1]

Aku berjalan, memandangi langit yang tak berawan. Biru cerah. Lalu, teringat kamu dan tentang buku yang kujanjikan, tak kunjung tiba. Ah apakah mungkin ini saatnya mengucapkan selamat tinggal?

Aku teringat hari-hari itu. Saat tawa dan canda mengisi cerita kita. Rasanya baru kemarin, Kita menapaki jalan ini. Jalan yang di akhir bulan Agustus akan kita temukan percabangan. Yang takkan bisa kita lalui lagi. Yang tak lagi ada kamu.

Sebenarnya, aku sengaja berhenti melangkah, hanya agar perjalanan ini sedikit lebih lama untuk berakhir. Sayangnya, kamu terus melangkah maju. Menjauh. Memaksaku untuk mengucap, selamat tinggal kenangan… dalam keheningan menatapi langit yang masih biru. Berharap kita akan bertemu, suatu hari nanti.

Kutoleh ke belakang. Ujung jalan, di mana langkah pertama kita tercipta, masih tampak dari sini. Saat kali pertama aku bertemu denganmu. Saat di mana aku meyakinkan hatiku untuk jatuh cinta padamu tiap waktu. Hari-hari setelah itu, sangat menyenangkan meski tersiksa rindu hubungan jarak jauh. Kini kamu semakin jauh. Di negeri bertirai bambu. Penuh candu akan rindu.

Tentu saja aku tak pernah ingin mengucap selamat tinggal.  Dalam keadaan kita saat ini yang menjadi orang lain, atau lebih tepatnya kamu menganggapku begitu. Aku ingin perpisahan ini berakhir dengan sedikit lebih indah. Sampai-sampai aku bisa melepas kenangan yang menjebak langkahku. Dan mendoakan kebahagianmu.

Terima kasih. Aku bersyukur pernah bertemu denganmu. Aku akan selalu mengingatmu. Selalu. Selamanya atau hanya sementara waktu.[]

Untuk Ara 20140831.

——–

gambar dari lagu Sayonara Memories — Supercell

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *