dinamis-imaji

seseorang yang DINAMIS kah saya?

saya yang saking dinamisnya menyusun ulang rencana-rencana yang sudah matang, dari nol kembali, bahkan. terkadang menjatuhkan diri dalam jurang keambiguan yang suram.

jika apakah saya [pernah merasa] STATIS. mungkin jawabannya IYA, kalau saya statis dalam berimajinasi. berimajinasi tanpa batas kapasitas otak. Bagi saya sangat sulit mempertahankan memori [ingatan] dari pada imajinasi. seperti: lebih mudah [bagi saya] menyusun ulang rencana-rencana kembali [dalam imajinasi] ketimbang mengingat-ingat rencana yang matang [yang entah keberadaanya dalam otak]

Pun bagi saya berimajinasi lebih dari sekedar berbicara, bermimpi, makan, tidur bahkan bercinta. berimajinasi membantu saya berlari –lepas dari stagnansi yang rumit– menuju apa yang saya sebut DUNIA DINAMIS dalam IMAJI TANPA BATAS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *