Jangan Cintai Aku Apa Adanya

Tak sulit mendapatkanmu
Karena sejak lama kau pun mengincarku
Tak perlu lama-lama, tak perlu banyak tenaga
Ini terasa mudah

Kau terima semua kurangku
Kau tak pernah marah bila ku salah
Kau selalu memuji apapun hasil tanganku
Yang tidak jarang payah

 

Selain lagu Sepatu, lagu favorit gue dari Tulus adalah Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Dengan irama khas lagu-lagu cinta tapi dengan lirik yang nggak klise, malah unik.Entah kenapa, lagu itu berasa mengena banget buat gue. Mungkin gara-gara abis putus cinta dengan alasan yang di mana gue banyak salahnya.

Seperti di lirik awal lagu ini, cinta gue gampang banget dapatnya. Nggak perlu usaha keras, kalau menurut orang sih. Meski gue sendiri merasa lumayan susah karena butuh beberapa bulan  untuk mendapatkan dia.

Waktu awal-awal hubungan kami, gue menceritakan semua kekurangan gue dan dia menerima gue apa adanya. Dia adalah wanita yang baik, membimbing  gue yang masih kekanak-kanakan.

Jangan cintai aku apa adanya, jangan
Tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan yeah

Tapi pada akhirnya memang gue yang membuatnya dragging, gue tertinggal di belakang. Gue terlalu nyaman dia menerima gue apa adanya, terlalu nyaman hingga melukai perasaannya. Mungkin memang bukan hal itu saja yang membuat perpisahan ini, tapi gue yakin, kesalahan gue adalah di situ.

Lalu gue tersadar, bagian tersulit bukan saat mencari cinta, seperti yang biasa gue keluhkan tapi mempertahankan dan membuat cinta itu terus jalan ke depan.

Terima kasih telah (pernah) mencintai gue apa adanya. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *