Efek Kupu-kupu

Efek kupu-kupu (bahasa Inggris: Butterfly effect) adalah istilah untuk sebuah teori Chaos. Istilah ini merujuk pada sebuah pemikiran bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Fenomena ini juga dikenal sebagai sistem yang ketergantungannya sangat peka terhadap kondisi awal. Hanya sedikit perubahan pada kondisi awal, dapat mengubah secara drastis kelakuan sistem pada jangka panjang. Jika suatu sistem dimulai dengan kondisi awal dua maka hasil akhir dari sistem yang sama akan jauh berbeda jika dimulai dengan 2,000001 di mana 0,000001 sangat kecil sekali dan wajar untuk diabaikan. Dengan kata lain: kesalahan yang sangat kecil akan menyebabkan bencana dikemudian hari. (wikipedia)

Bahwa satu kepakan kupu-kupu bisa menyebabkan badai ditempat lain. Sebenarnya efek kupu-kupu tidak hanya untuk teori chaos. Tapi bisa juga untuk kejadian dalam hidup kita. Satu-satunya hidup saya, hehehe.  Gara-gara sering nonton film-film tentang cinta-cinta :malu: akibatnya malah ngebayangin ‘gimana kalau dulu gue begini-begitu’.

Kita tau kalau hidup itu pilihan, maka saya nyoba banyangin waktu dihadapkan pada pilihan saat itu.  misalnya waktu masuk SMP waktu itu pendaftaran SMP masih model sub rayon, jadi pilihannya cuman 2-3 sekolah per regional, dan saya dihadapkan sama dua pilihan masuk sub rayon SMPN 1 Taman atau SMPN 3 Waru. Kalau dilihat-lihat sih secara kualitas memang bagus SMPN1 tapi entah kenapa dulu saya lebih milih SMPN3 , padahal ortu nyuruh ke SMPN1, mungkin karena banyak temen SD yang kesana. nah misalnya waktu itu saya milih ke SMPN1 ceritanya bakal berbeda, saya gak bakal ketemu sama pacar pertama saya, mungkin juga nantinya saya malah masuk SMA yang berbeda dan gak bakal ketemu teman-teman SMA yang ajaib dan nasib saya sekarang berbeda. mungkin.

atau juga pas masuk SMA waktu milih sekolah sedikit bingung karena, mantan pacar saya masuk SMA X sedangkan saya mau masuk SMK yang kemudian semesta berkata lain, bahwa saya harus masuk SMA, di saat seperti itu saya mau sebenarnya masuk ke SMA X nyusul sang mantan maksudnya, tapi ortu nyuuruh nyoba masuk SMA A yang paporit di kota saya. Maka saya milih SMA A kemudian di pilihan 2 saya milih SMA X. waktu itu saya kebalik nulis pilihannya jadi SMA X lalu SMA A.  Untungnya bagian penerimaan mengingatkan yang akhirnya saya tetep masuk SMA A. coba saja kalau misalnya saya tidak jadi merubah pilihan yang kebalik, saya masuk SMA X dan mungkin saya masih pacaran sama sang mantan, mungkin aja malah udah tunangan  :wowcantik  hehehe. Kalau sekarang? haha aku nge-add FBnya aja bolak-balik di unfriend.  :(

Sebenernya masih banyak pilihan-pilihan kecil yang berefek besar kemudian dalam kehidupan saya, tapi males ngetiknya :p. Jadi sekecil apapun yg saya lakukan bisa berakibat besar di kemudian hari.  Saya sih mencoba berprinsip simpel dalam menghadapi hidup, seperti kata2 dalam film Fast Furious “hidup itu sederhana. kamu membuat pilihan, dan tak menyesalinya”. yang jelas mungkin hidup saya sekarang rasanya kurang baik, tapi setidaknya patut disyukuri dan tak perlu disesali. karena saya juga berprinsip. mungkin semesta belum merencanakan pertemuan itu. mungkin lain waktu. di lain tempat. tapi tidak hari ini. :)

*nggak jelas ya?* :hammer

3 responses

  1. hahahaha… :ngakak
    kasian banget kak di unfriend terus ama si doi, kak.. :hammers

  2. vachzar Avatar
    vachzar

    :batabig
    yoi, udah gak keitung deh di unfriend berapa kali. pokoknya di accept terus lama2 di unfriend lagi :mewek
    saatnya move on move on :metal:

  3. semangat kak..!! :2thumbup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *