tentang move on

Kamu masih bercerita tentang pacarmu, oh, mungkin lebih tepatnya mantanmu.  Dan tidak seperti biasanya saat kamu bercerita tentang mantan atau pacar-pacarmu yang lain, kali ini wajahmu tampak lebih muram dengan air mata yang tak kunjung reda.  Itu lah yang membuatku tak tega membiarkanmu berdiri selama setengah jam di depan kosanku, menungguku membukakan pintu untukmu.

“emang tadi lo ngapain sih, gue udah nunggu lama tauk?” kamu menghentikan ceritamu setelah melihat aku yang lebih fokus di depan laptop.

“gue tidur barusan.” bohong. sejak dia masuk dari gerbang kos aku sudah memerhatikannya yang berjalan gontai. “emangnya ada apa lagi sama si  bukannya kalian udah putus?”

Kamu tak menjawab, malah menenggelamkan wajahmu ke bantalku dan berguling-guling di atas kasurku yang baru aku rapikan. Dasar cewek.

“Kenapa lo gak nyari yang lain aja sih. seperti biasanya.” aku kembali menanyaimu.

“gue juga gak ngerti, gue terlalu sayang sama dia. Gue udah kasih semuanya ke dia. Dengan dia gue percaya sama cinta”

Pffft, jadi cowok-cowok yang sebelumnya selama ini dengan lo bukan cinta? aku hanya mengatakan pertanyaan retoris itu dalam hati.

“Ternyata mempertahankan cinta lebih susah dari yang gue kira selama ini. Dan dia sekarang udah ada cewek lain. sebegitu-tidak -adilnya cinta”

ya emang gak adil. Aku menyetujui pernyataanmu. “udah lo cari pacar lagi kek! move on! udah 3 bulan sejak lo putus dan terus kek gini”

“lo gak tau apa, susah tauk lupain seseorang yang lo cinta sepenuh hati. dan lo kemana aja, gue kontak, lo selalu sibuk dan sibuk…”

“…”

“Emang gimana sih move on itu? gue coba ngelupain dia tapi susah”

“move-on itu bukan ngelupain seseorang, move-on itu merelakan orang yang lo cinta, hidup lebih baik dengan orang yang dia cinta.
Tanpa perlu dia tahu kalo elo berusaha keras untuk itu.” Kataku sesambil tersenyum kembali menatap laptop. Kamu beranjak dari kasurku.

“Makasih ya, Wo. Lo emang temen terbaek gue”

Yah, Setidaknya saran itu pernah gue praktekin saat move on dari elo. Dan berhasil.  Kataku dalam hati. meskipun tidak. kamu sudah keluar dari gerbang kosan.

TRILLL!! sebuah notif LINE di laptopku menunjukan pesan “Hai gadisku… Rara, udah makan? jangan lupa solat juga ya, sayang”

Dan yang terpenting aku berhasil jatuh cinta dengan pria yang mencintaiku.

====
cerita asli http://id.kemudian.com/node/272686

diubah menurut diri sendiri :D

*gambar dari sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *